Cuaca Ekstrem Jalur Vital Medan Belawan , Jalan KL Yos Sudarso Kian Memprihatinkan Jalan Rusak , Banjir, Genangan Air Tutupi Lubang, Pohon Tumbang Mengintai
MEDAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan sejak Selasa malam (2/6/2026) menyebabkan banjir dan pohon tumbang di sejumlah wilayah Medan Utara. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat serta meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di sepanjang Jalan KL Yos Sudarso hingga menuju kawasan Pelabuhan Belawan.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air masih menutupi sejumlah ruas Jalan KL Yos Sudarso, mulai dari kawasan Simpang Kantor, Pekan Labuhan, Simpang Martubung, Simpang Aloha, Simpang Dobi hingga Belawan. Selain banjir, kondisi jalan yang dipenuhi lubang menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di Simpang Aloha, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Seorang ibu pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh setelah melintasi lubang yang tertutup genangan air.
"Oh, ada lubang rupanya, pantas saja kami terjatuh," ujar seorang warga Belawan yang menjadi korban.
Warga mengaku kondisi jalan berlubang yang tertutup air kerap memicu kecelakaan. Tidak sedikit pengendara yang menjadi korban akibat terjebak lubang maupun saat berusaha menghindari kerusakan jalan di tengah genangan.
Di kawasan Simpang Dobi, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, badan jalan terlihat mengalami keretakan dan dipenuhi material tanah serta batu. Kondisi tersebut menyebabkan air mudah menggenang dan mempercepat kerusakan jalan.
Situasi serupa juga ditemukan di sejumlah titik lain sepanjang Jalan KL Yos Sudarso. Di depan PT Hikaindo, genangan air masih terlihat memenuhi badan jalan. Setelah air surut, material pasir dan tanah kerap tertinggal di permukaan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, persoalan ini tidak hanya terjadi di satu lokasi. Sepanjang Jalan KL Yos Sudarso, khususnya di kawasan industri dan perusahaan trucking, material tanah serta pasir sering tercecer ke badan jalan. Saat hujan turun, material tersebut bercampur dengan air dan lumpur, kemudian mengendap setelah genangan surut tanpa adanya pembersihan yang memadai.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pengguna jalan juga diminta lebih berhati-hati saat melintas di kawasan Medan Utara yang masih mengalami genangan dan kerusakan jalan.
Pemerintah Kota Medan melalui instansi terkait, khususnya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang yang membidangi pertamanan, diharapkan segera melakukan evakuasi pohon tumbang serta pembersihan material yang mengganggu arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Selain itu, pemeriksaan dan pemangkasan pohon-pohon tua maupun yang berpotensi tumbang di sepanjang jalur hijau Jalan KL Yos Sudarso perlu dilakukan secara berkala guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan KL Yos Sudarso yang saat ini banyak mengalami kerusakan. Sebagai salah satu jalur utama distribusi barang dan akses menuju kawasan industri serta Pelabuhan Belawan, perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut dinilai sangat mendesak demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus transportasi.
Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sepanjang Jalan KL Yos Sudarso juga diharapkan turut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Material tanah, pasir maupun muatan lainnya dari kendaraan operasional perusahaan hendaknya tidak sampai tercecer ke badan jalan karena dapat memperparah kerusakan jalan, menghambat drainase, serta membahayakan pengguna jalan lainnya.
Langkah cepat, koordinasi yang baik, dan respons nyata dari pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan kondisi jalan yang aman, nyaman, dan layak dilalui masyarakat di tengah cuaca yang masih tidak menentu.