SUMATERA GELAP TOTAL! Rakyat Menjerit, Negara Dituntut Bayar Kompensasi
SUMATERA GELAP TOTAL! Rakyat Menjerit, Negara Dituntut Bayar Kompensasi
SUMATERA – Pemadaman listrik total yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Bagian Utara hingga Sumatera Bagian Tengah sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5/2026) memicu kemarahan masyarakat luas. Warga menilai negara dan penyedia layanan listrik harus bertanggung jawab atas kerugian besar yang ditimbulkan akibat blackout massal tersebut.
Gangguan besar ini disebut bermula dari terputusnya jalur transmisi utama 275 kV Rumbai–Muaro Bungo di Jambi. Dampaknya menjalar ke berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau hingga Jambi yang mengalami gelap gulita selama berjam-jam.
Hingga berita ini diturunkan, Sabtu (23/5/2026) pukul 17.56 WIB, sejumlah wilayah di Kota Medan dan sekitarnya seperti Tanjung Mulia Hilir, Mabar, Terjun, serta beberapa kawasan lain masih belum sepenuhnya mendapatkan aliran listrik kembali.
Kondisi tersebut membuat masyarakat terjebak dalam ketidaknyamanan, ketidakpastian, hingga kerugian materiil yang tidak sedikit.
Masyarakat menilai ada ketimpangan dalam pelayanan. Selama ini, pelanggan diwajibkan membayar tagihan listrik tepat waktu. Keterlambatan sedikit saja langsung dikenakan denda hingga ancaman pemutusan aliran listrik. Namun ketika layanan listrik gagal total dan masyarakat dirugikan, respons yang diberikan dinilai hanya sebatas permintaan maaf.