Heboh! Gudang BBM Diduga Milik ASENG Berdiri di Tengah Pemukiman, Diminta Aparat Segera Bertindak
Heboh! Gudang BBM Diduga Milik ASENG Berdiri di Tengah Pemukiman, Diminta Aparat Segera Bertindak
Diduga Jadi Gudang Penimbunan BBM di Tengah Permukiman, Warga Minta APH Bertindak
LABUHAN – Keberadaan sebuah gudang yang diduga digunakan sebagai tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah kawasan padat penduduk, Lingkungan 26/27, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, kembali menjadi sorotan warga.
Informasi mengenai dugaan aktivitas tersebut mencuat pada Rabu (26/8/2026).
Warga mengaku resah lantaran lokasi yang disebut-sebut sebagai gudang penimbunan BBM tersebut berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.
Kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan potensi bahaya kebakaran.
Pasalnya, keberadaan BBM dalam jumlah besar di kawasan padat penduduk dinilai dapat menimbulkan risiko serius apabila terjadi kebocoran, percikan api, maupun insiden lainnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, gudang tersebut disebut-sebut berkaitan dengan seseorang yang dikenal dengan panggilan ASENG.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang bersangkutan terkait dugaan tersebut.
Warga juga menyebut adanya dugaan distribusi BBM subsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Medan yang kemudian ditampung sebelum diduga dijual kembali kepada pihak lain.
“Kami berharap aparat penegak hukum segera turun dan melakukan pemeriksaan terhadap gudang tersebut. Jangan sampai keberadaan BBM di tengah permukiman justru membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Meski demikian, informasi mengenai asal-usul BBM, jumlah yang ditimbun, serta dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu masih memerlukan pembuktian dan pendalaman dari aparat berwenang.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo telah dikonfirmasi terkait dugaan keberadaan gudang penimbunan BBM tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Media ini masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebut maupun pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai informasi tersebut.