Laporkan Penyalahgunaan

  • Gabungan!  Penggerebekan Pelaku Pembacokan di Belawan, Sejumlah Orang Diamankan

    Gabungan! Penggerebekan Pelaku Pembacokan di Belawan, Sejumlah Orang Diamankan

  • Milad ke-29 HITPAM Sumut, Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Melayu

    Milad ke-29 HITPAM Sumut, Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Melayu

  • Kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan terjadi di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera utara (Sumut).

    Kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan terjadi di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera utara (Sumut).

Kontributor

  • Bro
  • Kiki Rizky Amanda
  • Zamzani Kurniawan

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger
  • September 202613
  • Agustus 202641
  • Juli 202642
  • Juni 202622
  • Mei 202622
  • April 202623
  • Maret 202612
BREAKING NEWS
LANGIT ke 7

LANGIT ke 7

  • Pendidikan
  • News
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Kriminal
  • Politik
  • Daerah
  • Beranda
  • News

Kemerdekaan Dipertanyakan! LIPPSU Soroti Hukum, Ekonomi dan Kesejahteraan RakyatPertanyakan Makna Kemerdekaan“Negara Merdeka, Rakyat Terjajah”,

Kiki Rizky Amanda
Agustus 22, 2026

Kemerdekaan Dipertanyakan! LIPPSU Soroti Hukum, Ekonomi dan Kesejahteraan RakyatPertanyakan Makna Kemerdekaan
“Negara Merdeka, Rakyat Terjajah”,

Merdeka di Atas Kertas? LIPPSU Bedah Jeritan Rakyat dalam Diskusi “Negara Merdeka, Rakyat Terjajah”

MEDAN – Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menggelar diskusi publik bertajuk “Negara Merdeka, Rakyat Terjajah”, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Sena, Medan, tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang untuk membedah kondisi bangsa, khususnya persoalan kesenjangan, penegakan hukum, ekonomi, politik, serta kesejahteraan masyarakat.

Diskusi dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik. Jalannya acara dipandu oleh Datuq Chairul Anwar selaku pembawa acara, sementara diskusi dipandu Indra Buana Tanjung.

Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya mantan pejabat inspektorat, aktivis, PPM, tokoh agama, serta Datuq Arifin.

Dalam pemaparannya, Sutrisno Pangaribuan, aktivis sekaligus tokoh masyarakat, menyoroti berbagai kesenjangan yang menurutnya masih dirasakan masyarakat di tengah perjalanan panjang Indonesia sebagai negara merdeka.

Menurutnya, kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga harus tercermin melalui terpenuhinya hak dan kesejahteraan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Dahsat Tarigan, advokat dan pengacara senior di Sumatera Utara, memberikan sorotan terhadap persoalan penegakan hukum. Ia menekankan bahwa hukum dan Undang-Undang seharusnya menjadi instrumen untuk memberikan perlindungan dan keadilan kepada masyarakat.

“Jangan sampai hukum justru dirasakan masyarakat sebagai sesuatu yang mempersulit kehidupan mereka,” menjadi salah satu pokok perhatian dalam pembahasan mengenai penegakan hukum tersebut.

Dari perspektif ekonomi dan politik, Rafriandi Nasution membandingkan perkembangan serta tingkat kesejahteraan masyarakat di sejumlah negara dengan kondisi di Indonesia. Ia juga menyoroti kesenjangan pendapatan dan kemampuan ekonomi masyarakat yang dinilai masih menjadi persoalan serius.
Diskusi berlangsung hangat dengan munculnya berbagai pandangan kritis dari peserta. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertanyakan kembali sejauh mana makna kemerdekaan telah dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pertanyaan utama yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah: 

Jika Indonesia telah merdeka selama 81 tahun, mengapa masih ada rakyat yang merasa belum sepenuhnya terbebas dari belenggu kesulitan hidup, ketimpangan ekonomi, dan persoalan hukum?
Melalui diskusi publik tersebut, LIPPSU mendorong agar momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap kondisi sosial, ekonomi, hukum, dan kesejahteraan rakyat.

“Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi bagaimana rakyat benar-benar merasakan keadilan, kesejahteraan dan perlindungan negara.”
Baca Juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Rekomendasi
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Terpopuler
  • PALKA JADI KUBURAN!” Tiga Awak KM Pulau Samosir Tewas, KPI Desak DPRD Sumut Gelar RDP

  • Bung Mafrizal Gelar Peminangan Putrinya, Kisah Cinta Suhaila-Fazri Berawal dari Kampus

  • Austin Tumengkol Deklarasi Maju Sebagai Calon Ketua PWI Sumut 2026

  • ‎GEMBLENG GENERASI BAHARI, KODAERAL I KOBARKAN SEMANGAT PATRIOTISME 100 PELAJAR DALAM PERSAMI KKRI DI LHOKSEUMAWE

  • Pelindo Libatkan Masyarakat dalam Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pengembangan dan Pengoperasian Kawasan Pelabuhan Belawan

  • Semarak HUT ke-81 RI, Pelindo Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Belawan

  • DIBALIK DERAP PRAJURIT, KODAERAL I GELAR APEL SIAGA DAN TASYAKURAN HARI JADI TNI AL KE-81 TAHUN 2026

  • Pelindo Regional 1 Dukung Acara Car Free Day di Belawan

  • Pelindo Regional 1 Belawan Kenalkan Ekosistem Kepelabuhanan kepada Mahasiswa Magang

  • ‎BELAWAN KEMBALI BERDETAK DI MINGGU PAGI CERIA: KODAERAL I AJAK 800 WARGA SEHAT, GUYUB, DAN RAYAKAN PESISIR ‎

Tag Terpopuler
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • news
  • News
Ikuti Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© LANGIT ke 7