PALKA KAPAL IKAN JADI KUBURAN! TIGA PEKERJA IKAN TEWAS DIDUGA HIRUP GAS BERACUN
PALKA KAPAL IKAN JADI KUBURAN! TIGA PEKERJA IKAN TEWAS DIDUGA HIRUP GAS BERACUN
BELAWAN – Tragedi maut diduga akibat kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan Pelabuhan Perikanan Belawan. Tiga pekerja ikan dilaporkan meninggal dunia setelah masuk ke dalam palka kapal saat hendak membersihkan sisa muatan ikan (pasifik).
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (31/8/2026) di kapal KM Pulau Samosir GT 26 Nomor 976 PPa 26/A015262/571-JK/KI-JH, yang sebelumnya bertambat di kawasan gudang Bincuan, Gabion Belawan.
Ketiga korban diduga meninggal dunia akibat menghirup gas berbahaya dan kekurangan oksigen di dalam palka. Namun, penyebab pasti kematian ketiga korban masih menunggu pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Informasi yang dihimpun, kapal KM Pulau Samosir berangkat dari Gabion Belawan pada Minggu malam (30/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB menuju laut lepas di sekitar perairan Langkat.
Keesokan paginya, sekitar pukul 09.00 WIB, Dartok (46), warga Nelayan Indah yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir, disebut membuka palka untuk membersihkan sisa muatan ikan.
Dartok kemudian masuk ke dalam palka. Namun, beberapa saat kemudian dirinya tidak kunjung kembali ke atas kapal.
Melihat rekannya tidak keluar, Amek alias Rahmad (39) berusaha mencari tahu kondisi Dartok. Ia kemudian berteriak meminta bantuan kepada kru kapal sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam palka.
,Qazq kedua rekannya.
Ketiganya kemudian diduga mengalami kesulitan bernapas akibat kondisi udara di dalam palka.
Rekan-rekan mereka yang berada di atas kapal berupaya melakukan pertolongan dengan mengurai tali ke dalam palka.
Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Ketiga korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam palka.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan dan prosedur kerja bagi para pekerja kapal, khususnya saat memasuki ruang tertutup seperti palka yang diduga memiliki risiko kekurangan oksigen maupun mengandung gas berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai penyebab pasti kematian ketiga korban serta langkah penanganan dari pihak terkait masih menunggu keterangan resmi.
Tragedi ini menjadi peringatan serius bahwa ruang tertutup di dalam kapal dapat menjadi lokasi yang sangat berbahaya apabila tidak dilakukan pemeriksaan kondisi udara dan prosedur keselamatan sebelum pekerja masuk ke dalamnya.