Laporkan Penyalahgunaan

  • Gabungan!  Penggerebekan Pelaku Pembacokan di Belawan, Sejumlah Orang Diamankan

    Gabungan! Penggerebekan Pelaku Pembacokan di Belawan, Sejumlah Orang Diamankan

  • Milad ke-29 HITPAM Sumut, Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Melayu

    Milad ke-29 HITPAM Sumut, Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya Melayu

  • Kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan terjadi di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera utara (Sumut).

    Kecelakaan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan terjadi di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera utara (Sumut).

Kontributor

  • Bro
  • Kiki Rizky Amanda
  • Zamzani Kurniawan

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger
  • September 202616
  • Agustus 202641
  • Juli 202642
  • Juni 202622
  • Mei 202622
  • April 202623
  • Maret 202612
BREAKING NEWS
LANGIT ke 7

LANGIT ke 7

  • Pendidikan
  • News
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Internasional
  • Regional
  • Kriminal
  • Politik
  • Daerah
  • Beranda
  • News

Pelecehan Verbal hingga Eksploitasi Ekonomi Masih Mengintai Pekerja, Firman Kurniawan Serukan Perlawanan terhadap KBG dan Diskriminasi Gender

Kiki Rizky Amanda
Juni 11, 2026

Pelecehan Verbal hingga Eksploitasi Ekonomi Masih Mengintai Pekerja, Firman Kurniawan Serukan Perlawanan terhadap KBG dan Diskriminasi Gender".Peserta Desak Hak Pekerja Perempuan Direalisasikan

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Digelar di Kawasan Taman Gatsu Medan

Firman Kurniawan Edukasi Pekerja Proyek BRT Medan soal KBG, Dorong Perlindungan Hak Perempuan di Tempat Kerja

MEDAN – Dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) MMPOC dan SPMK Tahun Anggaran 2025–2026, pelaksana proyek menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di kawasan Taman Gatsu, Kelurahan Sei Sikambing, Kota Medan, Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Firman Kurniawan, wartawan NavigasiMetro.id sekaligus aktivis sosial, sebagai narasumber. Di hadapan para peserta, Firman memaparkan berbagai aspek mengenai Kekerasan Berbasis Gender (KBG), mulai dari bentuk-bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Dalam pemaparannya, Firman menegaskan bahwa KBG merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di tempat kerja. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan ekonomi korban.
"Pemahaman tentang kekerasan berbasis gender sangat penting agar setiap individu mampu mengenali tanda-tandanya, mencegah terjadinya kekerasan, serta memberikan dukungan yang tepat kepada korban," ujarnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait praktik-praktik yang termasuk dalam kategori kekerasan berbasis gender, khususnya di lingkungan kerja.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah kekerasan ekonomi, seperti memaksa seseorang bekerja tanpa menerima upah yang layak, memaksa korban bekerja melalui ancaman, intimidasi, kekerasan, penipuan, maupun penyalahgunaan kekuasaan.
Selain itu, peserta juga menyoroti berbagai hak normatif pekerja yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan, termasuk hak atas upah lembur, perlindungan terhadap pekerja perempuan, hak cuti haid, serta hak cuti melahirkan. Diskusi turut membahas bentuk kekerasan psikologis, seperti pelecehan verbal, siulan, maupun panggilan bernada menggoda terhadap perempuan di ruang publik yang kerap dianggap sepele, namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan merendahkan martabat korban.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta berharap agar hak-hak normatif pekerja perempuan dapat direalisasikan secara maksimal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait hak cuti haid dan cuti melahirkan. Menurut mereka, perlindungan terhadap pekerja perempuan tidak cukup hanya sebatas aturan tertulis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari sehingga memberikan rasa aman, nyaman, dan keadilan bagi seluruh pekerja.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Suasana diskusi yang hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan menjadikan sosialisasi berlangsung dinamis sekaligus produktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Penyuluhan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja yang menghormati hak asasi manusia, menjunjung tinggi kesetaraan gender, serta memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh pekerja.
"Mencegah kekerasan berbasis gender bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, adil, dan bermartabat bagi semua," tutup Firman.


 Kesadaran Gender dan Perlindungan Pekerja
Firman Kurniawan Ajak Pekerja Lawan Kekerasan Berbasis Gender dan Diskriminasi di Tempat Kerja

Hak Cuti Haid dan Melahirkan Jadi Sorotan dalam Penyuluhan KBG di Proyek BRT Medan
Ratusan Pekerja Didorong Pahami KBG, Firman Kurniawan Tekankan Pentingnya Lingkungan Kerja Aman
Dari Pelecehan Verbal hingga Kekerasan Ekonomi, Ini Materi Penting yang Disampaikan Firman Kurniawan
Firman Kurniawan: Mencegah KBG adalah Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Korban



.

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Digelar di Kawasan Taman Gatsu Medan

Firman Kurniawan Edukasi Pekerja Proyek BRT Medan soal KBG, Dorong Perlindungan Hak Perempuan di Tempat Kerja

MEDAN – Dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) MMPOC dan SPMK Tahun Anggaran 2025–2026, pelaksana proyek menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di kawasan Taman Gatsu, Kelurahan Sei Sikambing, Kota Medan, Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Firman Kurniawan, wartawan NavigasiMetro.id sekaligus aktivis sosial, sebagai narasumber. Di hadapan para peserta, Firman memaparkan berbagai aspek mengenai Kekerasan Berbasis Gender (KBG), mulai dari bentuk-bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Dalam pemaparannya, Firman menegaskan bahwa KBG merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di tempat kerja.

 Dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan ekonomi korban.
"Pemahaman tentang kekerasan berbasis gender sangat penting agar setiap individu mampu mengenali tanda-tandanya, mencegah terjadinya kekerasan, serta memberikan dukungan yang tepat kepada korban," ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait praktik-praktik yang termasuk dalam kategori kekerasan berbasis gender, khususnya di lingkungan kerja.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah kekerasan ekonomi, seperti memaksa seseorang bekerja tanpa menerima upah yang layak, memaksa korban bekerja melalui ancaman, intimidasi, kekerasan, penipuan, maupun penyalahgunaan kekuasaan.
Selain itu, peserta juga menyoroti berbagai hak normatif pekerja yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan, termasuk hak atas upah lembur, perlindungan terhadap pekerja perempuan, hak cuti haid, serta hak cuti melahirkan. Diskusi turut membahas bentuk kekerasan psikologis, seperti pelecehan verbal, siulan, maupun panggilan bernada menggoda terhadap perempuan di ruang publik yang kerap dianggap sepele, namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan merendahkan martabat korban.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta berharap agar hak-hak normatif pekerja perempuan dapat direalisasikan secara maksimal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait hak cuti haid dan cuti melahirkan. Menurut mereka, perlindungan terhadap pekerja perempuan tidak cukup hanya sebatas aturan tertulis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari sehingga memberikan rasa aman, nyaman, dan keadilan bagi seluruh pekerja.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Suasana diskusi yang hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan menjadikan sosialisasi berlangsung dinamis sekaligus produktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk membangun lingkungan kerja yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Penyuluhan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja yang menghormati hak asasi manusia, menjunjung tinggi kesetaraan gender, serta memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh pekerja.

"Mencegah kekerasan berbasis gender bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, adil, dan bermartabat bagi semua," tutup Firman
Baca Juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Rekomendasi
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Terpopuler
  • ‎GEMBLENG GENERASI BAHARI, KODAERAL I KOBARKAN SEMANGAT PATRIOTISME 100 PELAJAR DALAM PERSAMI KKRI DI LHOKSEUMAWE

  • Perkuat Keselamatan Navigasi, Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Pengujian dan Penimbalan Kompas

  • DIBALIK DERAP PRAJURIT, KODAERAL I GELAR APEL SIAGA DAN TASYAKURAN HARI JADI TNI AL KE-81 TAHUN 2026

  • Pelindo Libatkan Masyarakat dalam Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pengembangan dan Pengoperasian Kawasan Pelabuhan Belawan

  • PALKA JADI KUBURAN!” Tiga Awak KM Pulau Samosir Tewas, KPI Desak DPRD Sumut Gelar RDP

  • Bung Mafrizal Gelar Peminangan Putrinya, Kisah Cinta Suhaila-Fazri Berawal dari Kampus

  • Pelindo Regional 1 Dukung Acara Car Free Day di Belawan

  • Heboh! Gudang BBM Diduga Milik ASENG Berdiri di Tengah Pemukiman, Diminta Aparat Segera Bertindak

  • PERSAUDARAAN DI BALIK KOMPETISI: KODAERAL I PERKUAT SINERGI MELALUI PIALA PANGLIMA TNI 2026

  • Gebyar HUT RI ke-81, BKMAD Kerajaan Deli Gelar Khitanan Massal untuk Anak-Anak Medan Utara

Tag Terpopuler
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Nasional
  • news
  • News
Ikuti Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
© LANGIT ke 7