Heboh Aroma BBM, Pihak Fuel Terminal Medan Group Temui Warga; Masyarakat Ajukan Dua Pilihan
Heboh Aroma BBM, Pihak Fuel Terminal Medan Group Temui Warga; Masyarakat Ajukan Dua Pilihan
MEDAN – Menyusul pemberitaan mengenai keresahan warga terkait aroma bahan bakar minyak (BBM) yang diduga berasal dari kawasan Fuel Terminal Medan Group, perwakilan perusahaan mendatangi warga yang bermukim di sekitar tembok pembatas tangki timbun BBM di Labuhan Deli, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 10.10 WIB.
Salah seorang warga, Upik (57), mengaku pertemuan tersebut membahas keluhan masyarakat yang selama ini merasa terganggu oleh aroma BBM.
"Baru saja mereka datang menemui kami dan menanyakan keluhan warga. Saya sampaikan bahwa sudah puluhan tahun kami harus menghirup bau BBM yang menurut kami sangat mengganggu kehidupan sehari-hari," ujar Upik saat dihubungi wartawan.
Selain persoalan aroma BBM, warga juga mengaku khawatir terhadap potensi bahaya kebakaran mengingat lokasi permukiman yang berdampingan dengan fasilitas penyimpanan BBM.
"Kami meminta ada solusi. Pilihannya, Pertamina memindahkan fasilitasnya dari lokasi ini atau membebaskan lahan warga dengan memberikan ganti kerugian yang layak sehingga kami bisa pindah," lanjutnya.
Menurut warga, keluhan tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini dinilai belum memperoleh penyelesaian yang memuaskan. Apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas, masyarakat menyatakan berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi damai dan membawa persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Fuel Terminal Medan Group belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan tanggapan atas keluhan masyarakat