Wahai Teddy Manuputty, Tunjukkan Pesonamu! Kelangkaan BBM di Sumut Jadi Sorotan, Masyarakat Desak Evaluasi Kinerja Fuel Terminal Medan
Wahai Teddy Manuputty, Tunjukkan Pesonamu! Kelangkaan BBM di Sumut Jadi Sorotan, Masyarakat Desak Evaluasi Kinerja Fuel Terminal Medan
LABUHAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara terus menjadi sorotan publik. Antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU memicu pertanyaan masyarakat mengenai kelancaran distribusi BBM.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, beredar dugaan bahwa perubahan kebijakan operasional di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Medan Group berdampak terhadap proses distribusi BBM.
Sejumlah sumber menyebutkan sempat beredar informasi mengenai dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap petugas spotting dan Awak Mobil Tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin. Disebut pula adanya pergantian personel yang diduga memengaruhi kelancaran distribusi karena sebagian petugas pengganti dinilai belum berpengalaman dalam penyaluran BBM maupun penguasaan rute distribusi menuju SPBU.
Selain itu, sumber yang sama menyebut adanya kebijakan yang mewajibkan seluruh petugas spotting dan AMT hadir di Fuel Terminal pada pukul 07.30 WIB. Petugas yang datang terlambat disebut tidak diperkenankan mengikuti kegiatan operasional pada hari tersebut.
Sejumlah kalangan menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi apabila terbukti berdampak terhadap kelancaran distribusi BBM. Mereka berharap penyaluran energi kepada masyarakat tetap mengedepankan aspek keselamatan, profesionalisme, serta kesiapan sumber daya manusia.
Di sisi lain, masyarakat juga menyampaikan harapan agar PT Pertamina (Persero) melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen Fuel Terminal Medan.
Warga Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Abdurrahman (54), menilai persoalan kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir perlu mendapat perhatian serius.
"Setahu saya, sejak Teddy Manuputty memimpin Fuel Terminal Medan, antrean BBM di sejumlah SPBU semakin sering terjadi. Kami berharap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) melakukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan Fuel Terminal Medan," ujarnya, Jumat (17/07/2026).
Pantauan di SPBU 14.204.117 di Jalan KL Yos Sudarso Km 18,5, Medan Labuhan, pada Jumat (17/07/2026), antrean kendaraan masih terlihat cukup panjang, meski lokasi SPBU tersebut berada tidak jauh dari Fuel Terminal Medan Group.
Namun demikian, informasi mengenai dugaan PHK massal dan kekurangan pengemudi dibantah oleh sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Labuhan Deli.
"Kami tidak mengalami PHK massal dan tidak ada kekurangan sopir. Informasi itu tidak benar. Kami tetap bekerja seperti biasa," ujar sejumlah AMT saat dihubungi awak media.
Untuk memperoleh keseimbangan informasi, redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Teddy Manuputty selaku pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Medan Group.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Medan Group belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang disampaikan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.